Motivation Letter: Self-love

    Mencintai merupakan suatu hal yang mendasar dalam hidup kita, baik mencintai orang lain maupun diri kita sendiri. Mencintai orang lain terutama orang terdekat kita terkadang lebih mudah, dibandingkan dengan mencintai diri sendiri. Hal ini karena terkadang kita merasa ada kekurangan dalam diri kita yang kita tidak dapat menerimanya. Terkadang kita memikirkan bahwa orang lain itu lebih baik dari diri kita, sehingga kita mulai membanding-bandingkan diri kita dengan orang tersebut yang menjadikan kita tidak bersyukur dan tidak merasa senang dengan diri kita sendiri. Oleh karena itu, penting untuk kita tanamkan untuk mencintai diri sendiri.
    Untuk mencintai diri sendiri, kita harus mengapresiasi diri kita dalam segala aspek. Sebagai Gen-Z, kita sering memandang diri kita hanya sekedar dari penampilan. Padahal, banyak hal lain yang kita miliki lebih dari sekedar penampilan. Kita cenderung meremehkan potensi yang kita miliki, seperti energi positif, ketulusan, kecintaan, bahkan kehadiran kita ini sangatlah penting terutama bagi orang terdekat kita. Dengan mencintai diri sendiri, kita akan merasa lebih bebas, percaya diri, dan bahagia yang akan menguatkan kita sebagai manusia.
    Bagaimana cara untuk mencintai diri sendiri menurut saya? Yang paling utama adalah dengan mengubah pola pikir terhadap diri kita sendiri yang mencakup penampilan, cara bicara, pemikiran, keadaan, masa lalu, dan semuanya yang ada pada diri kita. Memang terkadang itu susah, tetapi tidak apa-apa, semua itu butuh proses dan waktu. Mulailah dengan mengapresiasi hal yang menurutmu adalah kekuranganmu. Mengubah pola pikir bahwa semua yang ada dalam diri kita ini adalah suatu hal yang normal dan dapat terjadi pada siapa pun. Percaya bahwa kita tidak sendirian memiliki kekurangan itu. Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, semua memiliki kekurangan. Lalu, mengapa kita membuang waktu kita untuk memikirkan kekurangan ataupun hal negatif itu? Buang pikiran itu dan terima kekurangan kita. Pikiran negatif hanya akan membuat kita ragu dan takut terhadap diri kita sendiri yang menjadikan kita terjebak dalam emosi yang sedih dan aneh. Cintai diri kita sepenuhnya sampai kita tidak ada waktu untuk memikirkan hal-hal negatif dalam diri kita. Dalam hal ini, berpikir positif dan bersyukur sangatlah penting.


    Sebagian dari kita terkadang kurang mencintai diri kita karena suatu hal yang telah kita lakukan di masa lalu. Terkadang kesalahan kecil yang kita lakukan dapat membuat kita kepikiran dan kemudian merasa kurang suka atau mencintai diri kita. Yang perlu kita tanamankan adalah, lupakan masa lalu, yang penting adalah hidup di masa sekarang. Selain itu, jangan khawatir akan masa depan, yang harus kita lakukan sekarang adalah melakukan yang terbaik yang kita bisa dan mengambil segala kesempatan baik yang ada agar masa depan kita juga baik.
    Tidak hanya melalui pola pikir kita, mencintai diri sendiri dapat dilakukan dengan suatu aktivitas menyayangi diri sendiri. Misalnya menyayangi tubuh kita dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, berolahraga, dan istirahat yang cukup. Perlu digaris bawahi bahwa mencintai diri sendiri berbeda dengan sifat narsistik ataupun egois. Mencintai diri sendiri yaitu memahami, menerima, dan menghargai diri kita sendiri, sedangkan narsistik lebih mengarah pada jatuh cinta yang mendalam pada diri sendiri. Kemudian, mencintai diri sendiri juga tidak boleh berlebihan karena dapat memunculkan rasa egois dalam diri. Hal ini tidak baik karena kita dapat menjadi orang yang terlalu memperhatikan diri kita sendiri dan mementingkan urusan pribadi.
    Mencintai diri sendiri memang membutuhkan proses, sama halnya seperti bayi yang belajar merangkak, kemudian bisa berjalan, lari, lompat, dan dapat bebas melakukan hal lain. Begitu juga dalam menghadapi keraguan diri dan ketidakpercayadirian. Ketika kita sudah mencintai diri kita sendiri dengan sepenuhnya dan percaya pada potensi kita yang tidak terbatas, kita akan merasa terdorong untuk mencapai mimpi kita serta dapat menjadi manusia yang lebih baik.
 


Comments

Popular Posts