Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi bagi Generasi Z
Di tengah pandemi Covid-19 yang sudah berdampak hampir di seluruh negara, memakan korban jiwa lebih dari satu juta orang dan mengakibatkan kerugian materi yang sangat besar, salah satu aspek yang juga terpengaruh dampak negatif adalah kesehatan mental masyarakat. Dengan PSBB, perubahan gaya hidup yang cukup drastis dan lemahnya perekonomian, masyarakat dihadapkan dengan berbagai tantangan baru. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mental masyarakat sehingga agar dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru ini.
Menurut Gisella Tani Pertiwi (jakartaglobe.id), seorang psikolog klinis, salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental dalam menghadapi pandemi ini adalah dengan menjaga kesehatan jasmani. Menurutnya, dengan tubuh yang sehat, maka kita dapat menjaga kesehatan psikis kita dengan lebih mudah. Masyarakat dapat mencoba untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dengan kandungan nutrisi yang seimbang, minum air putih yang cukup, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur. Dari dalam rumah, masyarakat masih dapat berolahraga. Ada banyak kelas olahraga yang tersedia di internet dengan gratis. Penting bagi masyarakat untuk menghindari rokok atau obat-obatan terlarang karena hal tersebut dapat memperburuk kondisi kesehatan.
Menurut WHO, atau Badan Kesehatan Dunia, menjaga hubungan sosial merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan mental. Meski masyarakat harus jaga jarak dan sebisa mungkin berada di rumah, menjaga hubungan sosial dengan orang lain masih dapat dilakukan melalui telepon atau daring. Hal ini dilakukan untuk mencegah orang-orang merasa terisolasi dan depresi karena tidak dapat bertemu orang-orang dengan mudah seperti dahulu. Dengan rutin berkomunikasi dengan orang-orang terdekat, Anda dapat senantiasa merasa terhubung dengan mereka.
Hal lain yang juga penting adalah membatasi asupan berita yang berhubungan dengan Covid-19. Hindari terlalu banyak melihat, membaca atau menyimak berita tentang pandemi ini karena hal ini dapat menyebabkan kecemasan yang berlebih. Sebaliknya, masyarakat sebaiknya menentukan kapan dan berapa lama mereka akan membaca update tentang pandemi sehingga mereka dapat tetap mengetahui perkembangan tanpa merasa khawatir yang berlebih. Kemudian, masyarakat juga harus memastikan sumber informasi yang mereka peroleh valid dan resmi, seperti dari laman resmi pemerintah, WHO atau lembaga yang resmi dan terpercaya.
Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan hal-hal yang mereka sukai dan membuat mereka bahagia, seperti hobi misalnya. Menurut nhs.uk, jika kita merasa cemas, kesepian atau sedih, mungkin hal itu disebabkan oleh berhentinya kita melakukan hal-hal yang kita nikmati. Oleh karena itu, kita dapat mencoba untuk fokus ke hobi yang masih dapat kita lakukan dari rumah tanpa harus berkumpul dengan orang banyak. Namun, jika kita tidak mempunyai hobi seperti itu, kita dapat mencoba hal baru yang belum pernah dicoba, seperti membaca, menulis, menjawab teka-teki silang, atau melukis. Siapa tahu, kita menyukai aktivitas tersebut. Kita juga dapat mempelajari hal-hal baru. Ada banyak tutorial dan kelas online yang dapat diikuti oleh masyarakat. Mempelajari hal baru dapat membawa kebahagiaan tersendiri bagi sebagian orang.
Menjaga kesehatan mental di tengah pandemi ini sangatlah penting. Hal ini karena kesehatan mental sangat berperan penting dalam kehidupan kita. Mental yang sehat dapat membuat kita merasakan suasana hati yang baik, memiliki ketahanan yang lebih kuat, serta dapat menikmati hidup secara keseluruhan. Tidak ada yang lebih penting dari kesehatan mental kita karena hal ini merupakan suatu hal dasar dalam kehidupan kita.

Comments
Post a Comment